Friday, September 9, 2016

[MV THEORY] BTS WINGS SHORT FILM #2 LIE

Hello, I'm back with the second theory for #BTSWINGS Lie!

This post will be posted in Indonesian. If you're not Indonesian and you want to know about my theory, you can put it into Google Translate and translate it into English. It's worked most of the time. I'm using proper Indonesian not a slang. :) 


So, let's get start! This will be a long post like my first theory. 

Kalau kalian sebelumnya sudah mengikuti teori #BTSWINGS-ku sejak awal, mungkin sudah sedikit paham bagaimana cara aku akan membedah film pendek ini. Oh ya, sebelum kita mulai, ada sedikit tambahan dalam teori #1 Begin dariku. Hanya untuk memperjelas beberapa bagian berdasarkan permintaan beberapa orang. 

Ayo kita mulai. 


Film ini dibuka dengan sebuah narasi dari Rapmon: 

"My parents' house made of one realm. This realm was familiar to me in almost every way; Mother and Father, love and strictness, model behavior and school" 

Untuk yang kurang paham dengan makna dari kalimat ini, terjemahannya kurang lebih seperti ini: 

"Rumah orang tuaku membentuk sebuah dunia. Hampir dari setiap sisi dunia ini tidaklah asing untukku; Ibu dan Ayah, cinta dan peraturan ketat, kelakuan yang baik dan sekolah."


Well, untuk memulai teoriku, aku ingin mengutip sebuah bagian dari novel Demian terlebih dahulu. 

Dia akan melaporkanku, aku adalah seorang penjahat, ayahku akan diberitahu, mungkin polisi bahkan akan datang ke sini. Semua teror akan kekacauan mengancamku, semua yang buruk rupa dan berbahaya berkumpul melawanku. Kenyataan bahwa aku tidak sungguh-sungguh mencuri apa pun tidak akan diperhitungkan. Tak hanya itu, aku bahkan telah bersumpah. Ya Tuhan, ya Tuhanku!

Kurasa pada bagian inilah yang menjadi inspirasi dari cerita #2 LIE. Bisa kita lihat di kolase shot yang sudah kubuat. Pertama-tama kita melihat sebuah hutan belantara yang kemudian kamera melakukan zoom out untuk menunjukkan Jimin yang sedang duduk di sebuah ruangan yang berisi meja, kursi, kamera, sepotong tangan manekin, dan Jimin. Dia di sini seakan-akan sedang dihakimi.

Analogiku di sini adalah: 

1. Kamera di sini merupakan simbolis dari mata dunia yang menyoroti dan menghakiminnya. Semacam mata publik, netizen, siapa pun itu. 
2. Tangan itu adalah penginterogasinya. Kenapa manekin, ini asumsiku semata, mungkin itu menunjukkan bahwa si penanya itu pun memiliki kepalsuan.
3. Kartu di tangan itu adalah pertanyaan untuk Jimin yang dijawab dengan kebohongan. 
4. Hutan itu menggambarkan masyarakat yang nanti ada hubungan dengan gambar papan penunjuk jalan.


Nah, kita akan bahas sequences dari kartu terlebih dahulu.  

1. Kartu pertama: kartu dengan simbol #1 Begin. 


Menurutku di sini ini ingin mempertanyakan kedewasaan Jimin. Yang dijawab oleh Jimin dengan mengendikan bahu seolah-olah menyangkal seakan tidak ada yang terjadi, sekaligus tidak tahu harus menjawab apa.

Bisa kita lihat di shot selanjutnya yang menunjukkan kamera bergerak dengan dramatis kemudian shot berubah menjadi video di dalam kamera itu yang menunjukkan ekspresi Jimin yang menunduk dan senyuman menghilang dari wajah. Dilanjutkan dengan sebuah shot (dalam pikiran) Jimin menarikan sebuah gerakan seakan-akan tercekik. Di sini bisa kita lihat warna yang digunakan istilahnya color exclusion (kalau tidak salah). Ini seakan-akan menunjukkan bahwa dia merasa terasing dan tercekik di bawah sorotan kamera dan harus bersikap baik-baik saja.  Namun di shot sebelumnya yang menunjukkan gambar dari rekaman video, itu seolah-olah publik mengatakan hal bahwa dia berbohong, bahwa dia bersalah. Nah, itu terlihat dalam kartu kedua. 


2. Kartu kedua, simbol dari #2 LIE.

Ini adalah teoriku, buah apel yang menjadi simbol di sini memiliki dua makna.
  • Simbol dari kebohongan, seperti yang digunakan dalam Demian. Kebohongan mengenai pencurian apel merupakan awal dari masalah yang dialami oleh Sinclair. 
  • Simbol dari pengetahuan, ini adalah referensi berdasarkan Alkitab. Seperti yang sudah diketahui Adam dan Hawa pertama kali jatuh ke dalam dosa karena memakan buah apel pengetahuan. Namun karena itulah mereka pertama kalinya mendapat pengetahuan. 
 Dua makna ini kurasa ada di dalam film pendek ini. 

Kembali ke kolase shot kedua di atas. Pada bagian ini, masih sama antara respon sesungguhnya Jimin dan apa yang ditangkap oleh kamera memiliki perbedaan, dan hasilnya di dalam pikiran Jimin, dia merasa tercekik, hingga akhirnya dia terjatuh (pada shot kelima). 

Nah, ruangan yang terbuka di belakang Jimin, kuasumsikan sebagai "perasaan Jimin yang sedang terpuruk". Di dalam kondisi seperti itu, publik masih saja menginterogasinya.




Pada kolase shot-ku yang berikutnya. Kita bisa melihat sebuah perbedaan kontras dalam warna yang dominan dari gambar video ini. BIRU. Dalam teori warna, biru sering kali melambangkan kesedihan, perasaan yang janggal, dsb.

Pada shot pertama dari kiri, kita bisa melihat setelah pertanyaan dilontarkan, Jimin menatap ke arah tempat tidur yang kosong dengan perasaan merindu. Dalam HYYH, kita sudah tahu dong kalau selain air, asosiasi Jimin adalah dengan J-Hope, bantal bulu, dan tempat tidur pesakitan. Dan J-Hope dengan obat-obatan.




Kuanggap di sini Jimin merindukan kehadiran J-Hope. Pada shot berikutnya ada sebuah plang penunjuk jalan yang bertuliskan "kebun botani bunga liar 2.1km"

21. Itu adalah usia Jimin saat ini. Kurasa plang itu merupakan simbol Jimin yang bagaikan bunga liar yang tidak dianggap. Bunga liar sering kali tidak dianggap sebagai bunga (correct me if I'm wrong). Nah, di sinilah asosiasiku berhubungan dengan hutan.

Sudah kukatakan sebelumnya. Hutan yang adalah simbol masyarakat luas itu kan besar dan luas ya apalagi jika dibandingkan dengan sekumpulan bunga liar. Di sini asosiasi plang itu disambung dengan shot Jimin yang menunjukkan gerakan merana, seakan ada sesuatu yang dia inginkan. Apa itu? 

Jawabannya ada dalam shot berikutnya, kebebasan. Di shot berikutnya Jimin terlihat menghantamkan bantal bulu ke udara seakan sedang bermain dengan bebas (dengan J-hope, di HYYH), bulu-bulu berterbangan. Namun di shot selanjutnya Jimin lagi kembali merana. Seakan-akan hal tersebut telah terengut darinya.

Kita bisa mendengar nyanyian Jimin dengan lirik (langsung kuterjemahan dalam Bahasa Indonesia saja):
"Terperangkap dalam sebuah kebohongan. Temukan diriku yang masih murni. Dalam kebohongan ini aku tidak dapat kabur darinya. Kembalikan senyumanku."
Ini menandakan keputusasaan Jimin karena sumber kebahagiaannya telah menghilang. Kebebasannya hilang.




Dalam kolase berikutnya, kita bisa melihat Jimin yang basah kuyup, tapi airnya bergerak ke atas. Teoriku adalah ini merupakan keinginan Jimin. Untuk mengembalikan semua seperti semula, sebelumnya. 

Ada buah apel yang terjatuh, lukisan hutan, dan Jimin yang masih menari dengan putus asa. Ingat dua asosiasi mengenai apel. Apel di sini bermakna dosa dan juga pengetahuan. 


Dalam shot selanjutnya kita masih bisa melihat air yang terserap masuk kembali ke dalam bak air sebelum akhirnya Jimin terjatuh ke dalam air seperti dalam HYYH.

Teoriku: ini memiliki hubungan dengan bagian Demian yang ini.

Aku tidak sanggup untuk pergi ke atas. Hidupku hancur. Terpikir olehku untuk kabur dan tidak pernah kembali, atau menenggelamkan diriku. Tapi aku tidak punya gambaran jelas mengenai hal tersebut. Di dalam kegelapan aku duduk di anak tangga terbawah, menarik ke dalam diriku sendiri dan menyerah pada ketidakberuntungan.

Ini semacam keinginan Jimin untuk melarikan diri. Namun pada shot berikutnya Jimin terbangun. Lagi-lagi ini mengingatkanku pada sebuah scene dalam film Inception, di mana Leonardo de Caprio menggunakan trik terjatuh dalam bak mandi (tenggelam) untuk bangun dari mimpi.

Pada shot selanjutnya kita bisa melihat usaha pemberontakan Jimin, namun usaha tersebut berakhir sia-sia yang disimbolisasikan dengan Jimin tertembak. Dia terjerat dalam kebohongannya dan tenggelam.

Pada shot berikutnya, Jimin diperlihatkan seakan-akan menggigit apel. Ini seakan-akan Jimin dipaksa untuk 'mendapatkan pengetahuan'




Kemudian setelah itu, muncullah kutipan dari lagu "Run", tunjukkan jalan padaku, biarkan aku terbebas, biarkan aku bernapas. Dan diikuti dengan Jimin akhirnya benar-benar menerima pengetahuan tersebut. Namun ternyata itu tidak membuatnya bahagia. Senyuman Jimin pada shot berikutnya menunjukkan kesan keputusasaan dan juga cemooh.

Kutipan selanjutnya dari "Save Me" menjawab makna dari senyuman itu. Dia semakin terperangkap di dalam dirinya. Dia telah mati.



Dan pada dua shot terakhir, diperlihatkan resolusi Jimin. Hutan=masyarakat/dunia. Jimin memutar sorot kamera menghadap dunia kemudian memperhatikannya bersama-sama. Ini seakan menyatakan bahwa jika dia sudah terperangkap, maka dia akan melakukannya bersama-sama. Menyaksikan apa yang dapat dilakukan dunia.

Seperti inilah teori #2 Lie ku. Ada yang bingung?

Hehehe.

Oh, ya lanjutannya dari nyanyian Jimin adalah:

"Terjerat dalam sebuah kebohongan. Keluarkanku dari neraka tersebut. Aku tak dapat menahan rasa sakit ini. Selamatkanlah aku. Aku terhukum."

Neraka >> Ingat Sinclair yang merasa bahwa koneksinya dengan Kromer seakan neraka.
:)

Untuk membaca Demian versi Bahasa Indonesia, silahkan mampir ke blog utamaku. Di sana aku sudah menerjemahkannya. 

3 comments:

  1. thank you, can't wait for another short film theory :)
    and the MV is still on going tho~
    Fighting ! :D

    ReplyDelete
  2. can't wait for next theory!
    Hwaithing Thor!!!

    ReplyDelete
  3. Thanksss for finding out the theory

    ReplyDelete